Wednesday, June 06, 2012

Smile - See Miracle In Life Everyday


Believe in miracle


Do you believe in miracle?
Am I ? Yes absolutely I do ^_^

Seminggu terakhir ini semua badan rontok. hehehe ... *lebay*
Iyap, karena kebiasaan begadang dan terlalu memaksa diri akhirnya anak mudanya jatuh sakit.

Tapi apa hubungannya dengan keajaiban.
Iyap, kemarin itu masuk angin plus juga lengkap dengan anyang-anyangan , hehehe ... duh sakitnya bener2 ngga metal deh pokoknya. Plus juga, perut bagian atas disebelah kanan tepat dibawah tulang rusuk rasanya sakittttttt ... sekali. Rasanya perut melintir lintir, tanpa sebab yang pasti
Bernafas susah, bahkan untuk buang air kecil saja susah.

Tetapi, apa hubungannya dengan keajaiban dan sakit disini. Ada dong. Yang pasti ada. Hari minggu. 3 Juni kemarin, aku memaksakan diri untuk berangkat ke gereja. Dari sepanjang perjalanan mulai dari rumah sampai ke gereja, abang ku (Budi) selalu saja mengajak ku bercanda.

Mulai dari cela-celaan , aku kegendutan, trus tidur ajah, sampai akhirnya dia bilang "hati-hati sama pendetanya kalau kamu ketahuan tidur, bisa dilempar pakai botol aqua loh dek". Jujur waktu itu aku shock. Sempat mikir, apa iya. Tapi yach kenapa juga tidak. Wong, dulu juga waktu jaman SIDI, ada seorang penatua gereja yang akan melempar kertas kalau kita ketahuan ngantuk, menguap atau apapun yang kegiatannya diluar dari urusan gereja dan alkitab. Hehehe ...

Itu dulu ...
Singkat cerita, dengan suara nyanyi seperti orang kejepit pintu kakinya. Aku mencoba terus bernyanyi. Agh masa sih sampai segitunya? Yap sampai seperti itu suara yang aku keluarkan, dikarenakan sedikitnya oksigen yang bisa aku tampung dan sakitnya perut bagian atas ku setiap kali bernafas. Tetapi, kalau namanya gereja hal yang paling seru buat ku ya tetap saja menyanyi :)) *dasar penyanyi* . Rasanya, ada yang kurang kalau tidak ikut menyumbangkan puji-pujian dengan baik.

Kesakitan, susah bernafas dan juga perut kembung, itu kualami mulai dari masuk gereja sampai kebaktian berakhir.

Dan, hal yang paling unik justru terjadi di akhir. Setelah selesai kebaktian abang ku mendorong dorong aku untuk turun pertama sekali , biar dapat giliran menyalam pendeta yang pertama. Dia bilang "ayo dek, turun duluan , nanti pendetanya pasti bakalan nyalam kenceng kenceng dan bilang TUHAN MEMBERKATIMU", aku antara mikir ini abang ku kenapa sih, ya tapi tetap juga kulakukan. Aku turun pertama mengikuti rombongan pendeta dan penatua.