Thursday, October 29, 2009

Diam Adalah Emas

Mencontek pribahasa lama, yups ... diam adalah emas. Dan diam adalah hal yang paling baik dilakukan ketika begitu banyak serangan datang bertubi tubi dari berbagai pihak.

Buat ku pribadi, masalah yang datang pasti akan datang dan berlalu. Itu adalah pasti. Tinggal bagaimana menyikapi permasalahan yang muncul. 25 tahun perjalanan hidupku membuat aku belajar banyak hal di dunia ini.

Mulai dari menurunkan egoku sampai ketitik terendah pada saat aku meminta 'orang' yang aku sayangi untuk kembali, kemudian melepaskan banyak mimpi untuk masa depanku beserta karierku dan meraih mimpi yang satunya lagi. Melepas kerinduanku untuk menelurkan album rohani dan memutar haluan menelurkan album pop. Merombak total jalan hidup mungkin itulah yang aku lakukan kemarin. Kehilangan lagi orang2 yang aku sayangi... yang begitu baik memberikan support dan bahunya yang lebar pada saat aku benar2 jatuh dan terpuruk. Adalah bukan hal yang mudah.

Dari begitu banyak kejadian, ada satu hal yang aku pelajari.
Jangan pernah menilai orang lain dari sudut pandang kita, belajarlah mendengarkan dan melihat sekeliling ... karena dengan begitu kita belajar untuk mengasah diri menjadi orang yang lebih peka dengan lingkungan sekitar, teman dan sekitar kita.
Belajar menjadi pendengar yang baik ...



Jangan menjudge, karena bukan porsi kita mengatakan orang lain tidak baik dan tidak benar. Karena belum tentu kita lebih baik dari orang tersebut ...
Kembalikan lagi setiap perkataan yang telah kita sebutkan ke orang lain ke diri kita. Apakah kita sudah betul betul benar ... apakah perbuatan kita sudah betul betul baik. Karena tidak ada satu orang pun yang sempurna di dunia ini.

Perbuatan baik yang tulus pun jarang sekali ada orang yang suka , semua datang pada saat kita senang dan berada di atas, itu adalah hal yang sangat wajar ... tapi siapa yang ada pada saat kita benar2 jatuh dan terpuruk ... sangat bisa dihitung dengan jari. Siapa orang yang pertama berlari untuk membopong kita dari segala kesedihan yang menimpa kita. Hanya ada segelintir. Dan aku sudah menyaksikan itu.

"kemarin aku kembali pulang ke aceh ... memilih pergi ke tempat 'pelarian' kecilku. Dimana aku bisa menjemput cinta di balik matahari yang bersinar di ujung Sumatera. Rasanya nyaman sekali. Aku merasa diingatkan kembali, bahwa dibalik kemegahan gunung2 tinggi menjulang itu, ada segelintir manusia yang tinggal dibaliknya dan bersembunyi mencari kenyamanan... dan mereka bisa tinggal lepas dan tertawa mensyukuri apa yang mereka hadapi sehari hari. Bersyukur dan rendah hati"

Aku percaya Tuhan tidak pernah tidur.
Dia punya tangan yang cukup panjang untuk memeluk ku, dan bahu yang cukup bidang untuk aku menyandarkan kepala disaat aku takut, bimbang dan ragu...

Tuhan ... berikan aku kekuatan ...
Tuhan ... berikan aku hati yang selalu bersih dan tidak sombong ...
Tuhan ... tunjukkan mukjijatMu kembali dalam hidupku.
Tegakkan kembali kepalaku yang sudah tertunduk ini Bapa ...

* i miss u mom*

No comments:

Post a Comment